PERANAN TEKNOLOGI NMR (NUCLEAR MAGNETIC RESONANCE) DALAM EKSPLORASI HIDROKARBON

Deni Irawan (1) , Widya Utama (1), Email deni@physics.its.ac.id

Sari
Penelitian laboraturium tentang NMR (Nuclear Magnetic Resonance) pertama kali dilakukan oleh Purcell dan Bloch pada tahun 1946, sedangkan pengaplikasian teknologi NMR dalam dunia eksplorasi MIGAS pertama kali dilakukan oleh Chevron pada tahun 1960 (Darwin et all, 2008). Pengukuran NMR tidak menggunakan unsur radioaktif, tetapi menggunakan prinsip resonansi dari proton yang dipengaruhi dengan medan magnet luar yang diberikan. Data pengukuran NMR dapat digunakan untuk mendapatkan informasi reservoar yang lebih akurat dimana data conventional well logging memberikan hasil yang relatif sulit untuk dianalisa. Pada beberapa studi kasus (reservoar dengan kontras resistivitas yang rendah,reservoar dengan formasi kotor, reservoar karbonat, reservoar dengan high cut water saturation) penggunaan teknologi NMR dapat membantu dalam memberikan hasil yang lebih baik dalam hal penentuan tipe fluida, porositas, saturasi air dan permeabilitas reservoar tersebut. Informasi yang didapatkan dari pengukuran NMR dapat diproses tersendiri ataupun dikombinasikan dengan data dari hasil logging lainnya (densitas dan resistivitas). Dari beberapa studi kasus yang dipelajari dapat disimpulkan bahwa teknologi NMR mempunyai peranan yang penting dalam dunia eksplorasi hidrokarbon khusunya pada kasus-kasus dimana log conventional sulit untuk dianalisadan diinterpretasi.

Keywords: Teknologi NMR, petrofisika, porositas, permeabilitas, eksplorasi hidrokarbon

1) Jurusan Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember